Bagikan :
Responsive image

KKN UNEJ 01 – PENERAPAN APLIKASI PEMBELAJARAN PADA TENAGA PENDIDIK

Semenjak adanya pandemi Covid-19, pemerintah memberikan aturan untuk melakukan pembelajaran dan pengajaran secara online. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah yang ada di Indonesia, termasuk dengan sekolah-sekolah yang ada di daerah saya tinggal. Para tenaga pendidik di lingkungan saya tinggal mengalami kesulitan untuk menyesuaikan sistem pengajaran dan pembelajaran yang baru. Membuat dan merencanakan konsep yang baru pula. Sulitnya memahami dan menerapan aplikasi daring menjadi sebuah kendala, dan juga penyampaian materi pembelajaran kepada siswa. Dari sinilah dapat dilihat, akibat dari kendala yang ada membuat proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien. Berdasarkan permasalahan yang ada, saya memutuskan untuk membantu beberapa tenaga pendidik yang berada di lingkungan saya tinggal, dimana melalui program kerja Pemberian dan Penerapan tentang Aplikasi Pengajaran Anak Sekolah di Masa Pandemi Covid-19, dengan tujuan mampu menjadikan guru lebih paham dan mampu menerapkan pengajaran secara digital, dan siswapun dapat belajar dengan baik.

Dimulai tanggal 6 Juli 2020, kegiatan pertama saya setelah penerjunan dan pembuatan program kerja adalah melakukan pemaparan program kerja KKN yang akan dilakukan selama 45 hari kepada sasaran, dalam hal ini sasaran saya adalah 5 tetangga saya dimana beliau-beliau ini merupakan tenaga pendidik di suatu SD, SMP, dan SMA.  Pada kegiatan pertama saya ini, selain pemaparan program kerja, saya juga melakukan survei dan identifikasi permasalahan terhadap sasaran. Menggali informasi mengenai kendala yang ada selama proses pengajaran dan pembelajaran yang sudah berjalan, dan yang terakhir adalah merencanakan pembelajaran bersama sasaran.

Pada minggu ketiga hingga keenam, yaitu tanggal 15 Juli – 6 Agustus 2020. Kegiatan yang saya lakukan adalah memperkenalkan berbagai platform pendukung dalam belajar online yang meliputi: pengenalan zoom meet, google meet, google classroom, google form. Selain itu, ada juga pengenalan cara mengunduh materi-materi pembelajaran secara online atau e-book, mengunduh video materi pembelajaran di youtube, pembuatan video untuk materi pembelajaran siswa, dan penggunaan whatsapp web untuk mengirim dokumen, foto, dan video. Disini tidak hanya sebatas pengenalan, namun dilakukan pula pelatihan untuk mengajarkan bagaimana penggunaan dan penerapannya, dan terakhir adalah penerapan langsung kepada siswa.

Melalui pengenalan, pelatihan, dan penerapan ragam platform pendukung belajar online, sasaran saya merasa tertarik dan termotivasi akan banyaknya variasi yang bisa dilakukan untuk pengajaran kepada siswa-siswinya, yang sebelumnya hanya sebatas video call by whatsapp untuk berkomunikasi, kini sudah lebih efisien menggunakan zoom meet. Terlebih lagi penyampaian materi juga sudah dilakukan dengan berbagai variasi, tidak hanya sebatas memfoto buku dan mengirimkannya melalui whatsapp group, namun sudah bisa mengirimkan video-video materi pembelajaran.

Pada penerapannya selalu terdapat kendala, selain sinyal yang tidak stabil, guru atau sasaran yang saya bantu mengalami kesulitan dalam memahami platform-platform pendukung belajar online yang saya ajarkan. Selalu membutuhkan pendampingan dalam menerapkannya kepada siswa-siswinya. Kendala yang adapun tidak hanya terdapat pada guru, tetapi juga pada siswa, masih banyak siswa yang juga belum paham akan penggunaan platform online yang digunakan oleh guru, seperti zoom meet, google meet, google classroom. Selain itu pendampingan dari orangtua siswa juga tidak bisa dilakukan sepenuhnya, hal seperti inilah yang menjadikan siswa terpaksa tidak mengikuti kelas dan terhambatnya pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Dari evaluasi yang saya lakukan, menerapkan ragam platform pendukung belajar online memang tidaklah mudah, terutama pada guru-guru yang sudah menginjak usia kepala lima keatas. Hasil yang didapat, guru hanya memahami beberapa aplikasi yang bisa dapat diterapkan dengan baik, seperti penerapan zoom meet kepada siswa, penggunaan whatsapp web untuk mengirim dan menerima dokumen, foto, dan video, serta mengunduh materi pembelajaran online atau e-book dan video materi pembelajaran di youtube. Selain hal tersebut masih dibutuhkannya pendampingan lagi dan latihan berulang untuk lebih terbiasa dalam menerapkannya. Kegiatan KKN di lapangan berakhir pada hari Senin, tanggal 10 Agustus 2020, dan dilanjutkan dengan mengerjakan tugas laporan akhir.

Berdasarkan testimoni dari sasaran saya, yaitu Ibu Hima dan Ibu Kusni, beliau mengatakan bahwa program kerja yang saya lakukan sangat tepat dilakukan , dikarenakan banyak guru yang membutuhkan bantuan serta pengenalan mengenai platform pendukung pengajaran dan pembelajaran siswa, sehingga dengan adanya kegiatan KKN ini membuat beberapa guru terbantu dan mampu mengatasi permasalahan dalam mengajar. Bahkan sasaran saya pun mengatakan masih butuh perpanjangan waktu KKN agar dapat membantu dan diajarkan platform pembelajaran lainnya lebih lama lagi. Selain itu dikatakan pula bahwa kinerja saya baik. Amallia Kevin Berqilillah/170810101206/KKN 01/Mahardiyanto