Bagikan :
Responsive image

KKN 75 UNEJ AKHIR PENDAMPINGAN APLIKASI ONLINE PADA GURU SELAMA 45 HARI

KKN 75 UNEJ MENDAMPINGI GURU SELAMA 45 HARI

 

            Dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back To Village 2020 ini, saya mengambil tema “Inovasi Pendukung Pembelajaran Anak Sekolah Saat Covid 19”. Dimana pelaksanaan ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Dalam pelaksanaan KKN selama 45 hari ini saya membawakan aplikasi Google Classroom dan Quizizz untuk memudahkan para guru dalam kegiatan proses belajar mengajar berlangsung di masa pandemi Covid 19 ini. Dengan adanya inovasi baru ini, para guru cukup terbantu dan mengaku senang dengan adanya perbantuan dari mahasiswa KKN Back To Village ini.

            Program yang saya jalankan dalam minggu pertama yaitu survei kepada sasaran untuk menjelaskan program kerja yang akan saya bawa selama kegiatan KKN berlangsung. Di minggu kedua melakukan identifikasi permasalahan dengan Bapak Dicky dan Ibu Izza selaku guru di Madrasah Ibtidaiyah Pagerwojo mengenai keluh kesah selama diadakannya sekolah daring dari sisi guru, siswa, maupun wali murid yang mengaku kesusahan karena adanya kegiatan sekolah daring ini karena tidak semua guru ataupun wali murid dapat paham mengenai aplikasi atau sistem online dan siswanya pun susah menangkap pembelajaran karena tidak terlalu efektif. Di minggu ketiga saya mengenalkan aplikasi yang saya bawa selama kegiatan KKN berlangsung yaitu Google Classroom dan Quizizz dengan cara sosialisasi kepada beberapa guru di Madrasah Ibtidaiyah Pagerwojo agar para guru dapat mengetahui adanya aplikasi online yang dapat membantu para guru agar mudah dalam pelaksaan belajar megajar saat daring seperti ini dan tidak hanya mengandalkan Whatsapp saja. Kegiatan saya di minggu keempat yaitu melakukan sosialisasi mengenai pembuatan akun Google Classroom dan Quizizz kepada beberapa guru agar para guru tidak kebingungan dalam step by step untuk membuat akun kedua aplikasi online tersebut. Selain sosialisasi, saya melakukan pendampingan kepada dua guru yaitu Bapak Dicky dan Ibu Izza untuk pembuatan akun aplikasi Google Classroom dan Quizizz. Lalu di minggu kelima saya melakukan pendampingan kepada Bapak Dicky dan Ibu Izza untuk praktik pengoperasian Google Classroom dan Quizizz kepada para siswanya agar para siswa juga dapat terlatih dan mudah untuk mengakses kedua aplikasi tersebut. Dan pada minggu keenam saya melakukan evaluasi mengenai dampak aplikasi Google Classroom dan Quizizz yang saya kenalkan dan bawakan kepada para guru Madrasah Ibtidaiyah untuk perbantuan selama sekolah daring seperti ini.

 

 

           Gambar 1. Pendampingan Kepada Bapak Dicky dan Ibu Izza



Gambar 1. Pendampingan Kepada Bapak Dicky dan Ibu Izza

 
 

Hasil yang didapatkan selama para guru mencoba aplikasi Google Classroom dan Quizizz sangat membantu dan menjadi inovasi para guru karena para guru terbantu untuk dapat menjadikan tugas, materi, maupun file apapun di Google Classroom. . Para guru pun dapat memberi tugas dengan batas waktu yang sudah ditetapkan di Google Classroom tanpa hars mengngatkan dua kali kepada siswa ataupun orang tuanya. Para siswa pun senang karena dengan adanya aplikasi Quizizz proses belajar tidak membosankan karena dapat sambil bermain karena Quizizz sendiri berisikan kuis interaktif dan inovatif yang dapat membuat proses belajar menjadi semakin seru.


 

Gambar 2. Pengaplikasian Google Classroom dan Quizizz dari Guru Pada Siswa


Gambar 2. Pengaplikasian Google Classroom dan Quizizz Dari Guru Pada Siswa

 
 

            Respon dari Bapak Dicky dan Ibu Izza dengan adanya mahasiswa KKN dan membawakan aplikasi Google Classroom dan Quizizz sangat baik dan merasa terbantu.


Gambar 3. Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember Back To Village 2020


Walaupun merasa ada kendala seperti para siswa kesusahan untuk login aplikasi karena belum memiliki akun namun dapat menggunakan akun orang tua atau membuat akun baru. Selain itu, masih ada beberapa siswa dan orang tuanya yang belum terlalu paham mengenai kedua aplikasi tersebut ataupun mengenai teknologi. Terlepas dari masalah itu guru Madrasah Ibtidaiyah Pagerwojo senang karena para siswa menjadi lebih interaktif dan para guru dapat lebih mudah untuk pemberian materi maupun tugas. (Fauziyah Sari Ferdyan Putri /KKN 75 /Sidoarjo /Azmi Saleh).