Bagikan :
Responsive image

KKN 19 UNEJ Melakukan Pengabdian untuk Investasi kebaikan Jangka Panjang

Nogosari, 13 Agustus 2020 KKN Back to Village UNEJ telah dilaksanakan selama 44 hari. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh masing-masing mahasiswa dengan tematik yang berbeda. Begitu pula dengan yang dilakukan Lafifatul Laiqoh yaitu salah satu mahasiswa KKN 19 Back to Village UNEJ tematik progtam inovasi pendukung pembelajaran anak sekolah saat covid19. Minggu pertama telah dilakukan observasi, serta pendekatan terhadap salah satu warga yang akan dijadikan sasaran KKN, yaitu kepada keluarga Ibu Maryati, yang beralamat di desa Nogosari kecamatan Rambipuji kabupaten Jember.

Proker (Program Kerja) mulai dijalankan pada minggu ke dua. Melalui observasi pada minggu sebelumnya, hasil yang diperoleh yaitu masih banyaknya hal yang belum diketahui oleh Ibu Maryati tentang gawai. Sehingga proker harus dimulai dari pengenalan gawai terlebih dahulu. Dimulai dari mengenalkan gawai pada Ibu Maryati yang masih kurang memahami teknologi, hingga mengenalkan dan praktik mengoprasikan fitur-fitur yang terdapat dalam gawai.

Gawai memang bukan barang yang mewah lagi, dan tidak asing bagi mayoritas masyarakat. Tapi tidak dengan Ibu Maryati, beliau mengatakan

“Saya pokoknya punya hp, bisa dibuat WA-an Videocall ya sudah”

Dari penuturannya tersebut dapat diketahui bahwa ibu Maryati belum menguasai gawai. Sehingga ibu Maryati mengalami kesulitan mengkontrol anaknya dalam penggunaan gawai.

“Kalau main hp sampek lupa waktu dah nduk, bangun tidur langsung hp”tutur Ibu Maryati.

Dengan rutinitas yang demikian, ibu Maryati menyimpulkan bahwa anaknya telah kecanduan gawai. Tetapi setelah beberapa hari melakukan pendekatan, ciri-ciri yang ditunjukkan belum bisa dikategorikan kecanduan gawai. Hal tersebut dikarenakan si anak masih bisa diajak bekerja sama, seperti diajak memasak, lari pagi, waktunya belajar dia belajar, dan lain sebagainya.

Melalui KKN ini, dengan kegiatan setiap minggunya yang terdiri dari pengenalan dan pelatihan, diharapkan dapat memberikan pengetahun baru yang bermanfaat untuk ibu Maryati kedepannya. Pendekatan kepada anak juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil yang didapatkan dari usaha pencegahan kecanduan terhadap gawai.

Dengan cara tersebut yaitu melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari seperti memasak, berbincang-bincang, mengajak jalan-jalan dan lain-lain membuat si anak merasa memiliki teman walaupun di rumah. Hal tersebut dapat menyita waktu bermain game si anak, sehingga berguna mencegah anak kecanduan game online. Setelah dilakukan cara-cara tersebut, ternyata si anak lebih suka jika dirinya dilibatkan dalam kegiatan sehari-hari asal ada yang menemaninya. Belajarpun demikian, si anak lebih giat jika belajarnya ditemani. Perlahan ketertarikannya terhadap game online menurun.

Pada minggu terakhir pelaksanaan KKN tepatnya di tanggal 12 Agustus 2020, mahasiswa KKN Back to Village UNEJ yang berdomisili di desa Nogosari kecamatan Rambipuji kabupaten Jember melakukan kolaborasi untuk mengadakan kegiatan lomba sambitan layangan. Dengan begitu permainan tradisional dapat hidup kembali ditengah-tengah maraknya permainan berbasis daring atau online. Kegiatan tersebut juga berguna untuk mencegah kecanduan game online. Menjauhkan anak dari sifat individualisme, juga dapat menumbuhkan rasa sosial terhadap anak, sehingga anak tidak acuh pada lingkungan, dan bisa bersosialisasi dengan baik bersama kawan sebayanya, maupun dengan orang yang lebih tua dari dirinya. Melalui acara tersebut mahasiswa KKN dapat menunjukkan dunia yang nyata, dan lebih seru dibanding hanya menatap layar gawai secara terus menerus.

Lafifatul Laiqoh/Gumuk Limo/KKN 19/L. Dyah Purwita WSWW