Bagikan :
Responsive image

KKN 01 UNEJ MENUJU DESA SEHAT, BERSIH DAN TANGGUH COVID 19

BERITA DESA

KKN 01 UNEJ MENUJU DESA SEHAT, BERSIH DAN TANGGUH COVID 19

DESA BANYUPUTIH LOR KECAMATAN RANDUAGUNG KABUPATEN LUMAJANG


Kuliah kerja nyata (KKN) “Back to Village” Universitas Jember 2020 yang berlangsung selama 45 hari ini telah berkontribusi untuk menemukan solusi dan juga membuat inovasi yang tepat guna memecahkan permasalahan yang ada dimasyarakat. Seperti halnya dalam pandemi seperti ini seluruh lapisan masyarakat mengalami keresahan diberbagai aspek  karena dampak virus corona yang melanda. Kita ketahui bahwa perubahan situasi Physical Distancing atau penerapan PSBB telah berganti menjadi Era New Normal yang mana era new normal ialah tatanan kehidupan baru dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Dalam  kegiatan program minggu pertama saya membuat media informasi di sosial media berupa FB, yang mana FB tersebut bertujuan sebagai media informasi mengenai tata cara menghadapi era new normal dan berupa kegiatan-kegiatan yang berlangsung di desa. Dampak positif  dengan dibuatnya media informasi ini membawa pengaruh besar kepada masyarakat dimana masyarakat Banyuputih Lor mempunyai wadah untuk mengakses informasi, selain itu pembuatan media informasi ini hanya sebagaian kecil masyarakat yang merespon dengan adanya media informasi tersebut.

Program kedua kita yaitu penyaluran bantuan BLT Tahap III, JPS Tahap II  dan PKH yang ditujukan kepada masyarakat. Khususnya orang tua, keluarga kurang mampu secara ekonomi, dan warga yang mengalami penurunan penghasilan akibat covid19. Tidak serta merta bantuan diberikan, melainkan melalui proses yang sangat panjang. Yang pertama proses pencarian data warga yang patut diberikan bantuan agar tepat sasaran. Kemudian input data penerima bantuan dan persiapan pelaksanaan bantuan. Hari pertama pemberian bantuan BLT Tahap III diberikan kepada orang tua dengan dua sesi demi mematuhi protokol kesehatan. Hari kedua yaitu pelaksanaan pemberian bantuan JPS Tahap II yang ditujukan kepada keluarga kurang mampu secara ekonomi dilakukan dengan dua sesi. Selanjutnya pelaksanaan pemberian bantuan PKH kepada warga yang memiliki usaha kecil menengah yang mengalami penurunan penghasilan.

Program ketiga Pelatian Pembuatan Masker Kain dan Hand Sanitizier Alami. Sasaran yang saya tuju adalah Organisasi PKK dan juga Gerbangmas desa Banyuputih Lor untuk melakukan pelatihan mengenai pembuatan hand sanitizier alami dari ekstra lidah buaya dan masker scuba. Alasan saya memilih sasaran tersebut karena anggota organisasi PKK dan juga Gerbangmas adalah perempuan, jadi lebih mudah untuk melakukan pelatihan produksi Hand Sanitizier dan juga pembuatan masker . Dampak  dari pelatihan tersebut berupa perilaku  hidup bersih dan sehat terkait dengan pertanyan mencakup pengetahuan sasaran tentang  kebersihan tangan, era new normal, bahan cuci tangan, fungsi cuci tangan, manfaat bahan-bahan dalam kandungan Hand Sanitizier, dan fungsi penggunaan masker yang baik. Yang mana awalnya sasaran tersebut belum pengetahui banyak mengenai kebersihan dan juga kesehatan, dengan adanya sosilialisasi dan juga  praktik yang saya lakukan mereka sangat berantusias. Adapun kegiatan-kegiatan pada minggu ketiga yaitu Koordinasi dengan Ketua PKK dan Gerbangmas perihal kegiatan pelatihan pembuatan masker kain dan Hand Sanitizer. Kemudian riset harga  dan membeli bahan untuk masker kain serta bahan untuk hand sanitizer alami. Yang terakhir persiapan dan pelaksanaan pelatihan produksi masker kain dari bahan scuba dan hand sanitizer alami dari aloe vera. Dalam pembutan Hand Sanitizer alami dari ekstra lidah buaya saya menggunakan alat dan bahan sebagai berikut :

1.      150ml Alcohol 70%

2.      50gr Lidah buaya yang sudah dikupas

3.      30ml Aquades

4.      0,5ml bibit parfum

Takaran bahan-bahan tersebut untuk satu resep pembuatan yang menghasilkan 5 botol hand sanitizer dalam kemasan botol spray 30ml. Dalam pelatihan ini saya membuat 10 resep jadi total yang diperoleh ialah 50 botol hand sanitizer kemasan 30ml. Hasil dari produksi tersebut saya bagikan kepada anggota PKK dan Gerbangmas, Balai Desa serta Kecamatan. Pelatihan pembuatan hand sanitizer alami dari lidah buaya ini dilanjutkan oleh organisasi PKK dan Gerbangmas dengan mengadakan pelatihan di sekolah yang berada di Desa Banyuputih Lor. Sedangkan dalam pembuatan masker 1 meter kain scuba bisa menghasilkan 80 masker dewasa. Langkah yang harus dilakukan dalam pembuatan masker ini meliputi pengukuran kain mengikuti pola masker scuba yang sudah jadi, pemotongan serta penjahitan. Hasil produksi tersebut saya bagikan kepada anggota PKK dan Gerbangmas, Balai Desa serta pembagian masker gratis di pasar Randuagung.

Program keempat pendampingan Program PAMSIMAS. Arti PAMSIMAS Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Mssyarakat adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Tujuan PAMSIMAS ialah meningkatkan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat, meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dan kelembagaan sosial. Pendekatan program PAMSIMAS yaitu pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan local, peningkatan kesehatan dan perilaku higienis, penyediaan sarana air minum dan sanitasi umum, insentif untuk desa atau kelurahan, dan dukungan pelaksanaan dan manjemen proyek. Adapun kegiatannya dari program ini yaitu mengumpulkan informasi terkait Pamsimas. Kemudian survey lokasi pembangunan pamsimas. Selanjutnya membagikan informasi terkait pamsimas kepada masyarakat melalui media sosial. Survey terkait perkembangan pembangunan pamsimas. Terakhir sosialisasi online kepada masyarakat.

Tepatnya pada minggu kelima ini, saya melakukan pendampingan program kerja mengenai peresmian desa menjadi Kampung Tangguh Semeru 2020. Desa Banyuputih Lor merupakan satu-satunya desa yang terpilih menjadi kampung tangguh di kecamatan Randuagung. Kampung tangguh semeru adalah program unggulan Polda Jatim, sebagai upaya melawan penyebaran virus covid19 yang dilakukan mulai lingkup terkecil yakni dari desa dan warga sekitar. Program ini akhirnya diadopsi secara nasioal dengan nama Kampung Tangguh Nusantara, karena dianggap efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menangkal covid19. Peresmian desa Banyuputih Lor menjadi kampung tangguh semeru dilaksanakan hari Selasa 4 Agustus 2020 yang diremikan oleh Bupati Lumajang tetapi diwakilkan oleh WaBup dengan pemukulan gong dan pelepasan 2000 ekor burung merpati. Dalam peresmian ini juga terdapat simulasi pencegahan penanganan penularan covid19 yang diperagakan oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Bidan Desa, BABINSA serta mahasiswa KKN Universitas Jember. Simulasi tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagaimana cara menangani warga yang berasal dari zona merah dan hendak masuk desa Banyuputih Lor. Langkah-langkah yang dilakukan ialah :

·         Laporan kepada pihak yang berwenang

·         Pemeriksaan ke puskesmas terdekat

·         Jika terdapat tanda-tanda yang mengarah ke gejala covid19 maka dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari

·         Dan segala kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Desa Banyuputih Lor dengan menyediakan lumbung pangan

Program keenam yaitu operasi masker di kecamatan Randuagung bersama Bapak Camat beserta perangkat dan SATGAS pencegahan corona kabupaten Lumajang. Penjagaan posko covid setiap hari rutin di beberapa dusun dan didampingi SKD serta BABINSA. Sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan masker di Era New Normal di pasar Randuagung, selain itu juga ada pelatihan CTPS.  Sosialisasi pentingnya penggunaan masker di era new normal ini  bertujuan untuk memberi penyuluhan kepada para pedagang dan juga pembeli agar mengetahui bagaiamana kita harus menghadapi era new normal ini, selain itu juga memberi arahan agar menggunakan masker jika keluar rumah agar terhindar dari penularan covid 19, selain sosialisasi sendiri kita juga melakukan kegiatan bagi-bagi masker kepada para pedagang dan juga pembeli yang sudah lansia dan juga balita. Pelatihan CTPS (Cuci tangan pakai sabun) di praktekan oleh anak-anak dan juga para perangkat desa.  Dengan adanya pelatihan dan juga sosialisasi ini masyarakat lebih  menambah pengetahuan mengenai menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar penularan covid 19, sebagian  besar masyarakat menyambut dengan antusias terhadap pelaksanaan program ini, namun ada juga sebagian kecil masyarakat mengabaikan tentang sosialisasi ini, dan menganggap remeh terkait covid 19.

Dalam Era New Normal ini saat kita melakukan aktivitas sehari-hari protol kesehatan harus benar-benar diterapkan guna mencegah ataupun mengurangi penularan covid19. Upaya dalam pendukung penerapan era new normal tersebut, program yang saya jalankan selama 45 hari menghasilkan dampak positif bagi sasaran, terhadap program-program yang saya jalankan. Dampak positif bagi sasaran yang dimaksud yaitu berupa perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, juga berupa menambah wawasan atau pengetahuan bagi masyarakat maupun sasaran mengenai perilaku dalam menghadapi wabah covid19. Tidak hanya dampak positif tetapi juga ada dampak negative yaitu masyarakat menganggap remeh adanya virus covid19.

(Indah Nurfadilah/KKN 01/Kabupaten Lumajang/ Agus Mahardiyanto, S.E,.M.A.)