Bagikan :
Responsive image

KKN 01 UNEJ BACK TO VILLAGE MEMBANGUN MINDSET MENCEGAH COVID19

KKN 01 UNEJ 2020 “BACK TO VILLAGE”

MEMBANGUN MINDSET MENCEGAH COVID19

Oleh : Noto Prasetyo

DPL : Agus Mahardiyanto, S.E,. M.Si

Mahasiswa Universitas Jember (Unej) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengusung tema “KKN UNEJ 2020 Back To Village”. Tempat yang dipilih oleh mahasiswa untuk melangsungkan KKN Unej kelompok 01 adalah Desa Maskuning Wetan yang terletak di Kabupaten Bondowoso tepatnya di Kecamatan Pujer. Terletak kurang lebih 113'48'10"11348'26" Bujur Timur dan 7°50'10"-7°56'41" Lintang Selatan. Secara administratif, wilayah Desa Maskuning Wetan memiliki batas sebagai berikut: Sebelah Utara yaitu Desa Patemon, Sebelah Selatan yaitu Desa Sukodono, Sebelah Timur Desa Pakisan, Sebelah Barat yaitu Desa Maskuning Kulon. Topografi desa Maskuning Wetan berupa dataran sedang dengan ketinggian 316 M diatas permukaan laut dengan luas wilayah 322 Ha. Dengan jumlah penduduk Desa Maskuning Wetan adalah 3.150 jiwa. Desa Maskuning Wetan terbagi menjadi 3 dusun, yaitu Dusun Krajan, Dusun Gunung dan dusun Jurang Dalam. Desa Maskuning Wetan merupakan desa yang sebagai besar wilayahnya adalah wilayah persawahan. Profesi mayoritas masyarakat Desa Maskuning Wetan adalah petani.

Corona Virus Disease atau Covid-19 yang ditetapkan WHO sebagai pandemi, dan Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) Sebagai Bencana Nasional. 

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini maka dari itu mahasiswa KKN di Desa Maskuning Wetan memilih program kerja yang berkaitan dengan pencegahaan Covid-19 diantaranya, edukasi dan kolaborasi bersama relawan desa tentang pengamanan covid-19 dengan melakukan operasi penertiban masker bersama relawan desa, membantu melakukan penyaluran BLT kepada masyarakat, penyemprotan disinfektan, pembuatan handsanitizer dan pembuatan plang petunjuk jalan.

Minggu pertama, sebelum melakukan pemilihan program kerja kita berkoordinasi dulu dengan perangkat desa kiranya program apa yang dibutuhkan  oleh masyarakat sekitar, ternyata di Desa Maskuning Wetan masih minim edukasi tentang bahaya covid-19, karena dari itu kita memilih program kerja yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Diantaranya, edukasi dan kolaborasi bersama relawan desa tentang pengamanan covid-19 dengan melakukan operasi penertiban masker bersama relawan desa, membantu melakukan penyaluran BLT kepada masyarakat, penyemprotan disinfektan, pembuatan handsanitizer dan pembuatan plang petunjuk jalan.

Dalam jangka waktu tiga hari untuk memutuskan program kerja yang kita ambil setelah hari penerjunan mahasiswa ke desa. Dimulai hari Kamis 2 Juli 2020 diawali dengan silaturahmi dengan perangkat desa sekaligus mencari tahu apa yang dibuthkan desa, dan yang dibuthkan desa adalah minimnya kesadaran masyarakat tentang bahaya covid-19. Keesokannya, pada hari Jumat menawarkn program kerja yang sesuai dengan yang dibutuhkan desa kepada perangkat desa, koordinasi menghasilkan program kerja edukasi tentang bahaya covid-19 melalui media informasi (berupa poster), melakukan penyemprotan disinfektan dan melakukan pembagian masker untuk masyarakat sekitar. Hari keesokannya, pada hari Sabtu kita berkoordinasi kembali dengan perangkat desa unuk pihak-pihak yang diajak berkerjasama untuk pelaksanaan program-program tersebut, yakni aparat kepolisian, perangkat desa, dan juga masyarakat sekitar.

Minggu kedua, untuk bisa melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan kita melakukan koordinasi dengan perangkat desa, dan pihak-pihak yang ikut berkerjasama dalam pelaksanaan program edukasi dan kolaborasi bersama relawan desa tentang pengamanan covid-19 dengan melakukan operasi penertiban dan pembagian masker.

Melakukan koordinasi dengan relawan desa yang menanggulangi covid-19 mengenai program kerja edukasi dan kolaborasi bersama relawan desa tentang pengamanan covid-19 dengan melakukan operasi.